Posts

Pagi yang Membisikkan Suara TUHAN

Image
Hari ini Kamis, 25 September 2025. Begitu bangun pagi, aku langsung bersin-bersin. Duhhh, rasanya seperti tanda-tanda tidak beres dengan tubuhku. Aku tidak mau jatuh sakit, maka dengan sedikit paksaan, kutinggalkan kenyamanan hangat selimut. Aku bangun, mencuci muka, berganti pakaian, mengisi botol minum, lalu mengenakan sepatu. Jam menunjukkan pukul 6 pagi lewat beberapa menit, waktu Indonesia Tengah. Aku melangkah keluar dari kost, memulai pagiku dengan berjalan kaki. Udara pagi menyambut dengan kesejukan yang begitu segar. Mentari muncul perlahan, malu-malu, seakan ingin memperlihatkan keindahannya dengan cara yang lembut. Sinar hangatnya menempel di kulitku, membawa rasa nyaman yang sulit diungkapkan. Dari kejauhan, kicauan burung berpadu membentuk harmoni yang seolah menyambut langkahku. Aku bergumam pelan, “Kalau direkam, pasti kalian langsung berhenti, kan?” berharap ada jawaban. Dan benar saja, ketika kuambil ponsel untuk merekam, paduan suara indah itu seketika terhenti. Luc...

Dihancurkan, Dilebur, Disembuhkan, Dibentuk, Perlahan-lahan Diangkat – Part 2 (Last)

  Ternyata, tesis saya yang tak kunjung selesai menjadi penghambat besar dalam hidup saya. Saya kesulitan menentukan prioritas. Atau mungkin, saat itu, memang tesis bukanlah prioritas utama dalam hidup saya. Saat saya merasa, “Kok, tesis saya tidak selesai-selesai?”, bukannya saya menyelesaikannya, saya justru malah semakin menjauh. Ketika akhirnya tesis itu selesai, saya bahkan tidak punya waktu untuk bertemu dosen pembimbing saya. Mungkin, kesibukan bekerja dan rasa lelah yang terus-menerus membuat saya kehilangan tenaga untuk menyelesaikannya. Hingga akhirnya, saya harus drop out. Menyedihkan, ya. Saya sangat kecewa—terutama pada diri saya sendiri. Saya bingung, kehilangan arah, padahal saya sudah cukup dewasa, seharusnya. Kemudian, kampus saya yang sangat baik menawarkan solusi: saya bisa turun stambuk, tetapi status saya tetap dicatat sebagai mahasiswa yang pernah DO. Saya juga harus mengambil beberapa mata kuliah tambahan karena adanya perbedaan kurikulum. Akhirnya, saya ...

Dihancurkan, Dilebur, Disembuhkan, Dibentuk, Perlahan-lahan Diangkat Part 1

  Halo, semuanya. Hari ini, saya mau bercerita mengenai masa-masa dimana saya merasakan diri saya hanyalah “gumpalan kegagalan” yang bau gagalnya dapat tercium ke segala sudut ruangan. Mungkin setiap orang memiliki kisah gagalnya sendiri. Saya juga punya kisah gagal saya sendiri, namun saya tidak pernah menceritakannya kepada siapapun, apalagi rekan kerja saya. Mengapa? Karena kisah kegagalan ini mungkin hanya akan membuat orang merendahkan dan sepele kepada saya. Berhubung saya bukan orang terkenal dan saya juga tidak mau terkenal, he he heee... Maka peluang orang akan mengklik dan membaca blogspot saya sangat kecil, maka tidak ada salahnya saya tulis disini. Karena mungkin saja, TUHAN memakai tulisan ini untuk menguatkan orang-orang lain, yang secara tidak sengaja membuka blog saya. Saya seorang siswa dan mahasiswa yang sangat rajin, ambisius dan tidak mau kalah sejak saya masih kelas 3 SD. Pertama kalinya saya merasakan puasnya saat saya bisa lebih baik dari yang lain. Namun...

Aku dan Mimpiku

  Hai, semuanya, hari ini saya mau ngomongin tentang mimpi. Mimpi itu apa sih sebenarnya? Menurut saya mimpi itu kayak bahan bakar yang menggerakkan dan mengarahkan diri saya. Mengarahkan kemana? Mengarahkan diri saya semakin mendekat ke mimpi saya. Nah, mimpi itu sendiri kadang berubah sedikit ataupun bergeser sedikit, disesuaikan dengan diri kita. Saat kita semakin mengenal diri kita, kemampuan kita, kelebihan kita dan kekurangan kita, mimpi kita pun menyesuaikan diri, namun bukan berarti mimpi itu hilang. Dari saya kecil, saya pengen banget jadi dokter, kalau dipikir-pikir, kenapa saya ingin menjadi dokter, karena saya ingin menyelamatkan banyak orang, bahkan saya sering bermimpi saya pergi ke pedalaman seperti Ibu Butet yang pergi dan mengajar di pedalaman, seperti iklan yang sering saya tonton waktu saya masih kecil. Saya jadi bermimpi bisa menjadi seorang dokter dan guru juga di pedalaman. Saya seorang anak yang sangat ambisius dan selalu bersemangat saat belajar, hanya...

Sharing Cerita Waktu Lagi Burnout (Teacher Burnout)

✍️ Sharing Cerita Waktu Lagi Burnout Jumat, 7 Maret 2025 Pernah dengar tentang teacher burnout ? Mungkin teman-teman sesama guru atau dosen pernah mengalaminya... Atau jangan-jangan, kamu sedang ada di titik itu sekarang? Jujur saja, aku sedang mengalaminya. Kalau aku ingat kembali, sejak akhir Februari 2025, aku mulai merasakan kelelahan yang luar biasa—disertai rasa bosan yang tidak biasa. Padahal, sebenarnya aku sangat mencintai pekerjaanku sebagai pengajar. Lalu, kenapa bisa begini? ⏰ Jadwal yang Sangat Padat Aku termasuk tipe guru yang tidak suka bekerja lembur. Begitu pekerjaan di sekolah selesai, aku langsung pulang—bukan untuk istirahat, tapi untuk mengajar les privat online . Kalau dihitung-hitung, jam kerja harianku kira-kira begini: Senin • 07.30 – 08.00 upacara • Ngajar 3 sesi (105 menit) • Ngajar 3 sesi lagi (105 menit) • Ngajar 2 sesi (70 menit) • Tuition malam 90 menit 🕒 Total: 400 menit (6 jam 40 menit) Selasa • 07.30 – 08.00 (kegiatan awal) • Ngajar 3 sesi ...

Merdeka itu Berani Berbeda

  Saat saya duduk di kelas 3 SMP, guru Matematika saya meminta semua siswa untuk keluar dari kelas. Kami telah dibentuk dalam beberapa kelompok, dimana kelompok tersebut disusun berdasarkan hasil tes kami. Dulu saya tidak sadar, namun kini saya menyadarinya, bahwa guru saya melaksanakan proses pembelajaran tersebut dengan perencanaan yang matang. Kami diminta untuk mencari tempat yang nyaman, juga boleh sambil jajan. Sebagai kelompok pecinta makanan, kelompok saya memilih kantin sebagai tempat yang terbaik. Karena saat itu adalah jam belajar, jadi tidak ada orang lain di kantin. Tentunya sangat menyenangkan. Kami memilih tempat yang nyaman dan memesan makanan dan minuman kami. Mulailah kami mengerjakan lembar kerja yang sudah disusun oleh guru kami, salah satu teman saya yang memiliki kemampuan matematis yang sangat baik mulai mengajari kami mengenai cara pemfaktoran kuadrat. Itu adalah pengalaman pertama saya, belajar tanpa guru, namun, ternyata saya jauh lebih cepat memahami pe...

Teacherpreneurship, Apa dan Bagaimana?

Teacherpreneurship, kata yang tidak pernah saya dengar sebelumnya, namun saya sangat yakin pasti ada hubungannya dengan bisnis dan guru. Teacherpreneurship adalah tema yang diangkat oleh Marsiajar, salah satu komunitas guru yang ada di Medan, Sumatera Utara. Kegiatan ini diadakan 15 Februari 2020 lalu, dengan seorang narasumber yang luar biasa, Kak Mollyta Muchtar. Beliau adalah seorang Blogger/Content Creator yang sudah banyak membuahkan tulisan-tulisan di blognya. Jadi apa itu teacherpreneurship ?   Dalam ngobras (Ngobrlo Bareng Santai) yang lalu bersama Kak Molly, saya menemukan beberapa kelemahan guru-guru di sekitar saya, termasuk kelemahan saya sendiri. Hampir setiap hari, para guru akan pergi mengajar dan bertemu dengan siswa-siswa. Tentunya siswa-siswa kita beragam dan keberagaman siswa tersebut, selalu menuntut para guru untuk lebih kreatif dalam menangani para siswa. Terdapat begitu banyak cara dan solusi kreatif yang sudah dilakukan oleh para guru, namun sayangnya ban...