Pagi yang Membisikkan Suara TUHAN
Hari ini Kamis, 25 September 2025. Begitu bangun pagi, aku langsung bersin-bersin. Duhhh, rasanya seperti tanda-tanda tidak beres dengan tubuhku. Aku tidak mau jatuh sakit, maka dengan sedikit paksaan, kutinggalkan kenyamanan hangat selimut. Aku bangun, mencuci muka, berganti pakaian, mengisi botol minum, lalu mengenakan sepatu. Jam menunjukkan pukul 6 pagi lewat beberapa menit, waktu Indonesia Tengah. Aku melangkah keluar dari kost, memulai pagiku dengan berjalan kaki. Udara pagi menyambut dengan kesejukan yang begitu segar. Mentari muncul perlahan, malu-malu, seakan ingin memperlihatkan keindahannya dengan cara yang lembut. Sinar hangatnya menempel di kulitku, membawa rasa nyaman yang sulit diungkapkan. Dari kejauhan, kicauan burung berpadu membentuk harmoni yang seolah menyambut langkahku. Aku bergumam pelan, “Kalau direkam, pasti kalian langsung berhenti, kan?” berharap ada jawaban. Dan benar saja, ketika kuambil ponsel untuk merekam, paduan suara indah itu seketika terhenti. Luc...