Dihancurkan, Dilebur, Disembuhkan, Dibentuk, Perlahan-lahan Diangkat Part 1

 

Halo, semuanya.

Hari ini, saya mau bercerita mengenai masa-masa dimana saya merasakan diri saya hanyalah “gumpalan kegagalan” yang bau gagalnya dapat tercium ke segala sudut ruangan. Mungkin setiap orang memiliki kisah gagalnya sendiri. Saya juga punya kisah gagal saya sendiri, namun saya tidak pernah menceritakannya kepada siapapun, apalagi rekan kerja saya. Mengapa? Karena kisah kegagalan ini mungkin hanya akan membuat orang merendahkan dan sepele kepada saya.

Berhubung saya bukan orang terkenal dan saya juga tidak mau terkenal, he he heee... Maka peluang orang akan mengklik dan membaca blogspot saya sangat kecil, maka tidak ada salahnya saya tulis disini. Karena mungkin saja, TUHAN memakai tulisan ini untuk menguatkan orang-orang lain, yang secara tidak sengaja membuka blog saya.

Saya seorang siswa dan mahasiswa yang sangat rajin, ambisius dan tidak mau kalah sejak saya masih kelas 3 SD. Pertama kalinya saya merasakan puasnya saat saya bisa lebih baik dari yang lain. Namun, walaupun saya habis-habisan belajar dan gila-gilaan, paling tinggi saya hanya dapat rangking 8 atau 10. Selebihnya saya hanya berada di posisi 20 besar. Menyedihkan, yahh...

Hal ini terus berlanjut hingga saya menjadi mahasiswa S1. Walaupun saya harus mati-matian, namun saya dapat menyelesaikannya dengan IPK yang yah lumayan, namun hal yang membuat saya sangat percaya diri adalah saya tidak pernah menyontek. Jadi selama 4,5 tahun setiap tugas dan ujian saya kerjakan sendiri, tanpa menyontek, kecuali jika saya melaksanakan belajar kelompok, tentu itu hal berbeda.

Berlanjut saat saya bekerja, saya diterima di sekolah yang cukup dikenal di Kota Medan, karena menggunakan Bahasa Inggris sebagai bahasa pengantarnya. Ambisius saya tetap ada, saya berencana setelah 1 tahun, saya akan mengambil S2 saya. Begitu banyak biaya yang harus saya keluarkan, saya habis-habisan, namun bekerja sambil kuliah ternyata tidak semudah yang saya pikirkan. Saya sampai di satu titik, yaitu titik lelah dan bosan. Kuliah saya hanya tinggal tesis saja, namun tidak juga saya kerjakan.

Dan kisah selanjutnya akan saya lanjutkan besok atau lusa, karena sekarang sudah jam 21.16 WITA dan saya sudah sangat mengantuk. Ha ha ha...

Tetap semangat yah...

TUHAN memberkati...

Comments

Popular posts from this blog

Sharing Cerita Waktu Lagi Burnout (Teacher Burnout)

Pagi yang Membisikkan Suara TUHAN

Aku dan Mimpiku